Merokettinggi.com – Komunitas retro gaming kembali diguncang kabar mengejutkan. Seorang reviewer YouTube asal Italia yang dikenal aktif mengulas konsol handheld retro, khususnya merek Anbernic, kini sedang dalam penyelidikan oleh Autorità per le Garanzie nelle Comunicazioni (AGCOM) atau Komisi Komunikasi Italia. Dugaan utamanya: promosi konten bajakan melalui perangkat emulator.
Reviewer ini disebut sering menampilkan konsol Anbernic yang sudah berisi ratusan game retro pre-loaded tanpa izin resmi, lengkap dengan link afiliasi dan petunjuk pembelian dari toko pihak ketiga. Beberapa video menunjukkan konsol seperti RG35XX, RG505, hingga Win600, semua sudah terisi game dari platform NES, SNES, PS1, hingga PSP.
Yang menjadi sorotan Komisi adalah narasi video yang secara tidak langsung mendorong pembelian perangkat berisi game bajakan, yang dianggap melanggar hukum hak cipta digital di Uni Eropa. Walau reviewer tersebut tidak secara eksplisit mengunggah ROM bajakan, promosi perangkat dengan game ilegal tetap dianggap sebagai bentuk distribusi tidak sah.
Subheading:
1. Anbernic: Antara Emulator Legal dan Isu ROM Bajakan
Meski perangkatnya legal dan dapat digunakan secara sah, banyak versi pre-loaded yang dijual secara tidak resmi dengan konten bajakan.
2. Posisi Reviewer YouTube dalam Isu Hukum
Review produk berisi konten ilegal dapat dikategorikan sebagai promosi distribusi bajakan, apalagi bila disertai link pembelian dan afiliasi.
3. Regulasi Digital di Italia dan Uni Eropa
Italia termasuk negara yang cukup ketat dalam menindak pembajakan digital, khususnya lewat media sosial dan YouTube.
4. Reaksi Komunitas Retro Gaming
Sebagian membela reviewer dengan alasan edukasi dan kebebasan ulas produk, namun tak sedikit pula yang menuntut tanggung jawab etis.
5. Apa Dampaknya untuk Reviewer Lain?
Kasus ini bisa menjadi preseden hukum bagi reviewer-retro lain, terutama yang sering mengulas handheld dengan konten ilegal di dalamnya.












