Merokettinggi.com – Jujur, pas pertama kali liat trailer baru Acts of Blood di Game Fest 2025, rasanya kayak ditarik langsung ke tengah jalanan sempit Bandung versi distopia. Ada nuansa gelap, beat-’em-up yang brutal, terus tiba-tiba parkour kejar-kejaran yang bikin napas ikut ngos-ngosan. Aku sempet mikir, “wah ini beneran game buatan luar atau anak Bandung sendiri yang bikin?” Soalnya vibes-nya tuh unik banget.
Aku inget dulu sering main beat-’em-up klasik, yang tinggal gebuk kiri kanan selesai. Tapi di Acts of Blood, bukan cuma gebuk-gebukan. Ada lompatan dari atap ke atap, loncat pagar, sliding di bawah besi berkarat, sampai adegan kabur dikejar pasukan bersenjata. Gila. Aku sempet bengong, takut salah liat, “eh serius ini beneran parkour atau cuma cutscene?”. Ternyata gameplay.
Terus yang bikin aku makin relate: latar kotanya Bandung. Walau distopia, tapi masih keliatan jelas aksen jalanan, tembok penuh mural, sama atmosfer kota malam. Buat orang Bandung, kayak aku misalnya, liat trailer ini tuh ada rasa bangga. Kayak, akhirnya ada game lokal yang bisa tampil segarang itu. Walau di satu sisi, aku juga agak was-was, “jangan-jangan terlalu brutal ya buat pasar umum?”. Tapi justru di situlah daya tariknya.
Setting Distopia Bandung yang Autentik
Acts of Blood bukan cuma asal tempel kota ke dalam game. Tim pengembangnya riset detail, dari arsitektur tua sampai lorong gang sempit. Bahkan aksen lampu neon yang berkedip di pinggir jalan pun kerasa kayak nyata.
Beat-’Em-Up dengan Rasa Baru
Biasanya genre beat-’em-up terjebak dalam pola monoton. Tapi di sini, ada kombinasi gaya klasik dengan modern. Selain gebuk-gebukan, pemain juga harus lihai bergerak, pakai sistem parkour, dan mengelola stamina.
Parkour Brutal Jadi Ciri Khas
Bagian paling bikin merinding jelas parkour brutalnya. Ada momen dikejar drone bersenjata, terus karakter lompat dari gedung tua ke billboard raksasa. Adegan ini yang jadi highlight di trailer baru Game Fest 2025.
Strategi Marketing Game Acts of Blood
Peluncuran Acts of Blood di Game Fest 2025 bukan kebetulan. Mereka sengaja memanfaatkan hype festival internasional, biar game lokal bisa dapet spotlight. Salah satu langkah jitu mereka:
-
Rilis trailer eksklusif di event besar.
-
Dorong komunitas gamer lokal untuk ikut nge-hype.
-
Gandeng kreator konten gaming buat review awal.
Harapan untuk Game Lokal ke Depan
Aku pribadi berharap Acts of Blood bisa buka jalan buat game lokal lain. Kalau bisa sukses secara global, artinya Bandung bukan cuma dikenal lewat musik indie atau kuliner, tapi juga industri game. Rasanya kayak ada kebanggaan kecil yang susah dijelasin, campur haru juga.












